Mungkin bagi para moviegoers yang pernah mengalami masa kecil ditahun
80′an hingga 90′an awal, sudah tidak asing lagi dengan action hero
Ninja. Yaaaa….Ninja, seorang warrior hero khas Jepang dengan dandanan
serba hitam layaknya Batman tanpa sayap dan sungut ini telah menyihir
banyak anak kecil waktu itu untuk mengagumi sosoknya.
Tapi tahukah anda asal mula trend action hero seorang Ninja ini mulai
dikenal anak-anak kecil?, khususnya dinegeri kita? Menurut saya
pribadi, semua itu bersumber dari sebuah film yang berjudul Revenge Of
The Ninja (1983). Film yang dibintangi oleh aktor legendaris berdarah
Jepang Sho Kasogi. Lewat film ini, Sho Kasogi kemudian mempopulerkan
latah Ninja diindustri perfilman Hollywood. Pada era 80′an terbilang
sebagai masa emasnya trend Ninja figur. Banyak judul-judul film yang
diberikan embel-embel Ninja, seperti contoh: American Ninja dengan
Michael Dudikof dan David Bradley sebagai aktor ditiap franchisenya,
Full Metal Ninja (Pierre Kirby), Nine Death Of The Ninja (Sho Kasogi),
The Super Ninja (Alexander Rei), dan masih banyak lagi lainnya yang
tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Sebelum booming Revenge Of The Ninja, Sho Kasogi, sebenarnya sudah
terlebih dulu menancapkan imagenya sebagai aktor spesialis pemeran
Shinobi (nama lain Ninja) dalam film berjudul Enter The Ninja pada tahun
1981 bersama Franco Nero (aktor specialis B-Movie Italia). Setelah
sukses perdananya diranah industri perfilman Hollywood, banyak para
imperialis perfilman mengajaknya untuk mempopulerkan aksi seorang Ninja
dilayar lebar. Maka pada tahun 1983 sampai dengan 1994 lahirlah tonggak
sejarah baru sebuah trend seorang action hero yang kemudian diikuti oleh
berbagai macam film sejenis lainnya.
Dalam film ini, Sho Kasogi bermain dengan putranya yakni Kane Kasogi.
Pasangan bapak anak ini benar-benar memperlihatkan kualitas akting
dalam urusan martial art. Gerakan-gerakan apik pertarungan tangan kosong
maupun dengan senjata, kerap tumpah ruah disepanjang 90 menit durasi
film. Tapi soal kualitas kemampuan melakoni adegan drama bagi para
pemerannya, saya pribadi tidak menaruh ekspektasi tinggi, karena film
ini memang didesign sebagai tipikal Action B-Movie nan chesse, film yang
tidak terlalu menekan otak para pemirsanya agar bekerja serius dalam
mencerna alur cerita.
Diceritakan, Cho Osaki (Sho Kasogi) seorang ayah yang harus
kehilangan istri dan keluarganya karena habis dibantai oleh sekawanan
Ninja di Jepang. Tapi untunglah dalam proses eksekusi tersebut, keluarga
Cho ternyata ada yang masih selamat yakni Kane (Kane Kasogi) dan ibunya
(Grace Oshita). Kini, pasca kejadian tersebut, ia harus mulai menata
kembali kehidupan barunya dinegeri sebrang, lebih tepatnya di California
Amerika Serikat. Berkat bantuan teman sekaligus mitra bisnisnya bernama
Braden (Arthur Roberts), Cho berhasil membuka usaha galeri boneka yang
didatangkan langsung dari Jepang, dan dalam merintis usaha tersebut, dia
dibantu oleh asistennya Kathy (Ashley Ferrare).