Kamis, 08 November 2012

SMK N 2 TELUK KUANTAN

Smk ini terdapat di kabupaten kuansing.Dan sudah memiliki siswa/siswi
kurang lebih 1000 orang.Dan siswanya sangat kraeatif.
  Smk n 2 juga memiliki RSBI tingkat internasional dan memiliki 5 jurusan.siswa
Siswa-siswi SMK N 2 Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi/Kuansing saat pulang harus membawa sampah sebagai tiket unuk bisa pulang melalui pintu gerbang. Setap seiswa begitu keluar dari kelas langsung mencari sampah minimal 10 lembar, kemudian dikumpulkan pada tempat sampah yang diletakkan pada pintu gerbang.
 

CERITA KUANSING

CERITA KUANSING

Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Kabupaten Kuansing disebut pula dengan rantau Kuantan atau sebagai daerah perantauan orang-orang Minangkabau (Rantau nan Tigo Jurai).Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kuansing menggunakan adat istiadat serta bahasa Minangkabau.Kabupaten ini berada di bagian barat daya Propinsi Riau dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu.

Terdapat dua sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Kuantan Singingi yaitu Sungai Kuantan dan Sungai Singingi. Peranan sungai tersebut sangat penting terutama sebagai sarana transportasi, sumber air bersih, budi daya perikanan dan dapat dijadikan sumberdaya buatan untuk mengahasilkan suplai listrik tenaga air. Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kuantan mengaliri 9 (sembilan) kecamatan yaitu Kecamatan Hulu Kuantan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kecamatan Gunung Toar, Kecamatan Kuantan Tengah, Kecamatan Benai, Kecamatan Pangean, Kecamatan Kuantan Hilir, Kecamatan Inuman dan Kecamatan Cerenti.



budaya kuansing

 Pacu Jalur adalah salah satu Even Wisata Kebanggaan Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi. Ada yang mengatakan Pacu Jalur ini sama dengan dengan Even Wisata Dayung Perahu Naga. Itu salah besar. Kalau miriup mungkin iya. Karena Pacu Jalur mempunyai keunikan tersendiri. Dimulai dari mencari pohon besar untuk perahu, pembuatannya sampai kegelanggang pacu. Inilah daya tarik even wisata tradisional yang mendunia. Setiap even Pacu Jalur ini dihelat ada saja peserta dari luar negeri yang turut serta. Berikut ini paparan tentang Pacu Jalur, dimulai dari asal usul, pembuatan sampai ke tata cara perlombaanya. 

NINJA AMERICA

Mungkin bagi para moviegoers yang pernah mengalami masa kecil ditahun 80′an hingga 90′an awal, sudah tidak asing lagi dengan action hero Ninja. Yaaaa….Ninja, seorang warrior hero khas Jepang dengan dandanan serba hitam layaknya Batman tanpa sayap dan sungut ini telah menyihir banyak anak kecil waktu itu untuk mengagumi sosoknya.
Tapi tahukah anda asal mula trend action hero seorang Ninja ini mulai dikenal anak-anak kecil?, khususnya dinegeri kita? Menurut saya pribadi, semua itu bersumber dari sebuah film yang berjudul Revenge Of The Ninja (1983). Film yang dibintangi oleh aktor legendaris berdarah Jepang Sho Kasogi. Lewat film ini, Sho Kasogi kemudian mempopulerkan latah Ninja diindustri perfilman Hollywood. Pada era 80′an terbilang sebagai masa emasnya trend Ninja figur. Banyak judul-judul film yang diberikan embel-embel Ninja, seperti contoh: American Ninja dengan Michael Dudikof dan David Bradley sebagai aktor ditiap franchisenya, Full Metal Ninja (Pierre Kirby), Nine Death Of The Ninja (Sho Kasogi), The Super Ninja (Alexander Rei), dan masih banyak lagi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Sebelum booming Revenge Of The Ninja, Sho Kasogi, sebenarnya sudah terlebih dulu menancapkan imagenya sebagai aktor spesialis pemeran Shinobi (nama lain Ninja) dalam film berjudul Enter The Ninja pada tahun 1981 bersama Franco Nero (aktor specialis B-Movie Italia). Setelah sukses perdananya diranah industri perfilman Hollywood, banyak para imperialis perfilman mengajaknya untuk mempopulerkan aksi seorang Ninja dilayar lebar. Maka pada tahun 1983 sampai dengan 1994 lahirlah tonggak sejarah baru sebuah trend seorang action hero yang kemudian diikuti oleh berbagai macam film sejenis lainnya.
     Dalam film ini, Sho Kasogi bermain dengan putranya yakni Kane Kasogi. Pasangan bapak anak ini benar-benar memperlihatkan  kualitas akting dalam urusan martial art. Gerakan-gerakan apik pertarungan tangan kosong maupun dengan senjata, kerap tumpah ruah disepanjang 90 menit durasi film. Tapi soal kualitas kemampuan melakoni adegan drama bagi para pemerannya, saya pribadi tidak menaruh ekspektasi tinggi, karena film ini memang didesign sebagai tipikal Action B-Movie nan chesse, film yang tidak terlalu menekan otak para pemirsanya agar bekerja serius dalam mencerna alur cerita.
Diceritakan, Cho Osaki (Sho Kasogi) seorang ayah yang harus kehilangan istri dan keluarganya karena habis dibantai oleh sekawanan Ninja di Jepang. Tapi untunglah dalam proses eksekusi tersebut, keluarga Cho ternyata ada yang masih selamat yakni Kane (Kane Kasogi) dan ibunya (Grace Oshita). Kini, pasca kejadian tersebut, ia harus mulai menata kembali kehidupan barunya dinegeri sebrang, lebih tepatnya di California Amerika Serikat. Berkat bantuan teman sekaligus mitra bisnisnya bernama Braden (Arthur Roberts), Cho berhasil membuka usaha galeri boneka yang didatangkan langsung dari Jepang, dan dalam merintis usaha tersebut, dia dibantu oleh asistennya Kathy (Ashley Ferrare).

TENTANG SAYA

nama saya ahmad khoirul saya bersekolah di smk negeri 2 teluk kuantan.
saya lahir di muara bahan pada tanggal 24 januari 1997.
saya anak ke 2 dari 1 bersaudara.
saya bersekolah di smk n2 teluk kuantan mengambil jurusan TKJ.
hanya sekian cerita dari saya.